Rantau 1 Muara - A. Fuadi
(via kurniawangunadi)
Rantau 1 Muara - A. Fuadi
(via kurniawangunadi)
Juara!
(Source: jurnalramadhan, via kurniawangunadi)
Di jaman modern saat ini, boleh jadi wanita tidak butuh perlindungan siapapun, mereka bisa menjaga diri.
Kalau mereka memang butuh, maka boleh jadi dia butuh perlindungan justeru dari ketidakpastian, berlama-lama, plintat-plintut, ragu-ragu, ketidaksiapan, ketidakberanian dari laki-laki yang mengaku mencintainya.
“Tak ada yang suka membuat puisi patah hati; begitu terasa sepi yang nyeri. Namun terkadang, sakit hati memang perlu dirayakan; sendiri saja.”
Tia Setiawati Priatna
terkadang lebih enak memendam kisah sendiri dan membagi dengan hati, karena kalaupun ada yang terluka ya hati ini saja,
hai, bagaimana kabarmu hari ini? ah aku harap baik-baik saja, yayaya, sudah lama kita tak jumpa, hanya bisa lihat fotomu yang terpampang di social media, aha tapi tak apalah, bukankah jarak yang ada menciptakan rindu?
ah tapi aku tak tau, mungkin rindunya hanya milikku, entahlah siapa orang yang engkau rindukan disana, sepertinya bukan aku, ingin sekali rasanya menyapa, tapiiii, ah berat rasanya, aku tak ingin mengganggumu lebih lama, hanya bisa kutitipkan rinduku pada doa, aku pun tak ingin memaksa, kau tak usah khawatir, dalam doaku hanya ingin yang terbaik untukmu, kau mendapatkan yang terbaik, hanya itu saja, :)
Aku bukannya tak ingin bicara, aku hanya tak ingin saja menambah haru suasana ini, kau tau kan? aku paling tidak suka mendengar kata perpisahan. yaaa, mungkin terkesan sedikit berlebihan, namun arti dirimu itu lebih dari sekedar sahabat, kau itu saudara, aah waktu kenapa terlalu cepat, aku belum sanggup, aku belum siap, bilang selamat tinggal, kau itu beharga, :)